Category: Terbitan sendiri


Dalam kuliah Ma’rifatullah akan tergambar betapa Islam merupakan integrasi antara syareat – tarekat – hakekat. Ketiga unsur ini terpusat dan dilandasi ma’rifatullah.  Dalam hadis nabi yang populer, disebutkan :

أَوَّلُ الدِّيْنِ مَعْرِفَةُ اللهِ

“Asas agama adalah ma’rifatullah”. Continue reading

Advertisements

Tingkatan-tingkatan surga dan neraka

birthofhopepu.jpgSebagian al-muhaqqiqûn (para penegas kebenaran) mengatakan bahwa makhluk pertamakali disifati dengan wujud, kemudian dengan ilmu, kemudian dengan qudrat (kekuasaan, kemampuan), kemudian dengan irâdah (keinginan), kemudian dengan perbuatan hingga ma’âd (tempat kembali) itu menjadi proses kembali pada  fitrah yang asli dan pulang kepada permulaan dalam akhir. Maka seharusnya, sifat-sifat itu harus hilang secara berangsur-angsur dan teratur lagi berlawanan dengan keteraturan yang awal lagi baru. Continue reading

cover-tafsir-ayat-kunut65.jpg

Tafsir Ayat Qunut

KH. Muchtar Adam

Makrifat Publisher, 150 hal, Rp. 15.000

Qunut lebih sering dipertentangkan daripada dipahami. Kenyataannya klaim-klaim tentang kunut atau tidak lebih disebabkan ketidak tahuan kita tentangnya.

Buku ini menjelaskan qunut dengan tuntas. dibahas dengan metode ukhuwah, semangat yang dibangun dengan konsisten oleh penulis. metode ukhuwah ini lebih mengedepankan toleransi dan penghormatan ditambah dengan peningkatan keilmuan. karena kebanyakan apa yang dipermasalahkan karena ketidak tahuan kita. qunut sebagai contoh jelasnya

sejak dari dulu pembahasan ini tidak pernah selesai dan cenderung parsial, cenderung mendiskreditkan golongan lain yang tidak sepaham. bahkan sering didengar, orang yang mengkafirkan orang yang qunut.

bukan hanya membahas dari sisi tafsir Al Qur’annya saja yang dibahas (karena justru sisi ini tidak pernah disentuh oleh para ulama) tapi juga dari sisi hadis dan pembahasan mengenai perbedaan pandangan para ulama madzhab tentang Qunut.

dengan membaca buku ini maka akan jelas kepada kita bahwa ternyata qunut adalah terminologi Al Qur’an. yang berbeda sebenarnya pada pemahaman dan praktek tentangnya. oleh karena itu keberadaan buku ini seakan menjadi jembatan bagi terjalinnya ukhuwah islamiah yang lebih hangat dan memikat.

buku ini ditulis oleh seorang ulama yang concern terhadap persatuan dan kesatuan ummat sehingga menggagas ide madzhab ukhuwah. anda boleh berbeda paham dengan saya tapi anda tidak bisa menyalahkan saya karena paham yang berbeda.
Secara keseluruhan penulis mengungkap 19 makna qunut dan keseluruhan makna tersebut menggambarkan makna penghambaan sebenarnya.
Oleh karena itu, pahami Qunut baru bicara.

7-pintu-tmb.jpg

Judul : Membuka 7 Pintu Surga Menutup 7 Pintu Neraka 

Pengarang : KH. Drs. Muchtar Adam

Penerbit : Makrifat, hal 260, harga 35.000,-

 

Allah Swt. berfirman ”Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya. Maka dia berada pada kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya. Tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hâwiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” (Al Qâriah: 8-9) yang menceritakan muara dari kehidupan dan laku lampah selama di dunia. Ada dua kehidupan yang diceritakan dalam ayat ini, kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan sebagai hasil dari segala perbuatan baik manusia. Satu kehidupan lagi adalah kehidupan yang menyesakan dan sangat pedih, dan itu adalah hasil dari amal jelek manusia juga.

 Di Akhirat manusia akan ditempatkan sesuai dengan amalan selama di dunia. Rasulullah menyebutkan bahwa dunia adalah ”ladang untuk kehidupan akhirat”. Di dunia kita menanam, di akhirat kita memetik hasilnya. Karena merupakan ”terminal terakhir” dan tidak mungkin kembali lagi, maka diperlukan persiapan yang sangat matang sebelum malaikat maut datang menjemput.

Buku ini disusun untuk mengenalkan ”terminal terakhir” itu lengkap dengan fragmen-fragmen mengenai dua kehidupan akhir itu. Tujuannya, agar kita termotivasi dalam mempersiapkan bekal yang terbaik menuju Allah swt. jangan sampai tergelincir ke neraka dengan kehidupan yang sangat pedih dan untuk waktu yang tidak terbatas. Mudah-mudahan kita dapat menunda kenikmatan duniawi ini untuk kenikmatan ukhrawi.

hal menarik lain dari buku ini adalah penjelasan tentang perwujudan dari amalan-amalan manusia yang akan nampak bukan hanya pada hari akhir, bahkan sebenarnya sudah nampak di dunia  ini. penjelasan seperti ini akan sangat menggugah dan akan membawa dampak positif bagi perkembangan akhlak seorang muslim.

Sudah siapkah kita untuk membuka pintu-pintu surga?

Sudah siapkah kita untuk menutup pintu neraka?

Ada di manakah surga dan neraka itu?

Tahukah anda apa saja pintu surga dan neraka itu?

Jika belum tahu, anda layak membaca buku ini.