Adab-Adab Berhubungan Dengan Suami Isteri

Dalam rangka mnciptakan generasi Qurani yang sejak lahir sudah  dipancari Ma’rifatullah dan tumbuh dalam naungan ma’rifatullah, maka dari sari pati Al Qurân dan Hadis-Hadis Rasulullah saw kita temukan bahwa pendidikan Islam itu dimulai dari pelaminan. Laksana membuat kue bolu, adonan pertama menentukan bagus tidaknya kue tersebut.

Itulah sebabnya, maka Rasulullah saw memberikan tuntunan adab-adab dalam berhubungan dengan  istri sebagai berikut :

1. Berwudu lebih dahulu.Wudu adalah usaha untuk mencapai tazkiyah secara syar’i,baik lahir maupun batin.

2. Sebelum sanggama membaca ” basmalah ” lebih dahulu: ” Bismillâhir  rahmânir  rahîm ”.

3. Membaca surah Al Fâtihah:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ(1)الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ(2)الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ(3)مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ(4)إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ(5)اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ(6)صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ(7)

4. Membaca surah Al Ikhâsh  :

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(1)اللَّهُ الصَّمَدُ(2)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(3)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ(4)

                             

  5. Membaca tahlil :

لاإله إلا الله

”Lâ ilâha illallâh ”.

  6. Berdoa sebelum mengumpuli istri:

اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي وَجَنِّبِ الشَّيَاطِيْنَ مَا رَزَقْتَنَا

”Allâhumma jannibnî wajinnibis syaithâna mâ razaqtanâ ”. 

Artinya : ” Ya Allah ! jauhkanlah setan dari padaku dan jauhkanlah setan dari pada yang sudah dilimpahkan atas  kami .”

1.                      Pada puncak orgasmus (puncak syahwat ), berdoalah dengan khusyu’ sambil menggerakkan bibir :

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنَ الصَّالِحِيْنَ

“Rabbanâ hab lana minasshâ lihîn ”

”Limpahkanlah kepada kami putera/puteri yang saleh ”.

7. Doa tersebut di atas diteruskan dengan hamdalah :

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا

”Al hamdu lillâhil ladzî khalaqa minal mâi basyaran”

”Segala puji bagi Allah yang  menciptakan manusia dari air”.

 

9. Dikala sanggama hendaknya tidak menghadap kiblat atau Makkah Al Mukarramah.

10. Suami hendaknya menutupi dirinya dan kepalanya dengan selimut atau kain serta diam.

”Apa bila salah seorang diantara kamu mendatangi istrinya ,maka janganlah bertelanjang seperti keledai ” ( Al Hadis ).

11. Hendaklah laki-laki mendahulukan kata-kata kasih sayang dan cumbuan yang manis-manis.

12. Tidak melakukan sanggama dikala istri dalam keadaan haid.

13. Tiga malam dimakruhkan bersanggama dengan istri yaitu,pada malam pertama,malam pertengahan dan malam terakhir tiap bulan (bulan Hijriyah ).

14. Suami hendaknya berusaha memberikan kepuasan kepada istrinya.

15. Mandi janabah (junub),seuai dengan tuntunan Rasul saw sebelum salat.