Archive for July, 2007


Tingkatan-tingkatan surga dan neraka

birthofhopepu.jpgSebagian al-muhaqqiqûn (para penegas kebenaran) mengatakan bahwa makhluk pertamakali disifati dengan wujud, kemudian dengan ilmu, kemudian dengan qudrat (kekuasaan, kemampuan), kemudian dengan irâdah (keinginan), kemudian dengan perbuatan hingga ma’âd (tempat kembali) itu menjadi proses kembali pada  fitrah yang asli dan pulang kepada permulaan dalam akhir. Maka seharusnya, sifat-sifat itu harus hilang secara berangsur-angsur dan teratur lagi berlawanan dengan keteraturan yang awal lagi baru. Continue reading

Advertisements

Adab-Adab Berhubungan Dengan Suami Isteri

Dalam rangka mnciptakan generasi Qurani yang sejak lahir sudah  dipancari Ma’rifatullah dan tumbuh dalam naungan ma’rifatullah, maka dari sari pati Al Qurân dan Hadis-Hadis Rasulullah saw kita temukan bahwa pendidikan Islam itu dimulai dari pelaminan. Laksana membuat kue bolu, adonan pertama menentukan bagus tidaknya kue tersebut. Continue reading

77  CABANG IMAN

 1. Beriman kepada Allah

2. Beriman kepada para rasul

3. Beriman kepada malaikat

4.Berimankepada kitab-kitab

5.Beriman kepada Hari Kemudian

6.Beriman kepada Takdir

   Beriman kepada :

7.Ba’ats (hidup yang kedua sesudah mati)

8.Hasyr (berkumpul semua makhluk sesudah bangun dari kubur)

9.Tempat orang mukmin di syurga dan tempat orang kafir di neraka

              ————- Continue reading

Telah terbit: Pengantar Dalil-dalil Al-Quran Filsafat Politik Imam Khomeini

khomeini.jpgPusat Budaya dan Ma’arif al-Quran menerbitkan sebuah buku berjudul Pengantar Dalil-dalil Al-Quran Filsafat Politik Imam Khomeini.

Tujuan asli penulisan buku ini adalah menjelaskan sisi politik dalam al-Quran. Penulis buku ini Najaf Lak Za’i berkeyakinan bahwa Imam Khomeini punya perhatian yang cukup besar terkait dengan al-Quran. Oleh karenanya, dalam pikiran-pikiran politik dan politik praksisnya Imam Khomeini juga menyandarkannya pada al-Quran dan Hadis. Buku ini mencoba menyingkap sumber-sumber al-Quran yang menjadi pijakan Imam Khomeini dalam politik teoritis dan praktisnya.

Buku ini berusaha mengkaji pengertian-pengertian paling prinsip dari kajian-kajian filsafat politik dengan membandingkan pandangan-pandangan al-Quran dan ucapan-ucapan Imam Khomeini.

Ketika memberikan pengantar atas bukunya ini penulis mengeluarkan isi hatinya bagaimana jarang ada penulisan buku-buku politik dengan berlandaskan al-Quran. Ia menulis: Harus diakui bahwa para mufassir Islam tidak banyak yang meluangkan waktunya untuk menulis tafsir al-Quran dengan tema politik. Di kalangan mufassir al-Quran yang menulis tafsir al-Quran dengan tema politik sangat sedikit sekali.

Buku ini ditulis dalam 5 bab dengan perincian; Pengertian dan bingkai teori, Ontologi politik dalam pandangan al-Quran dan Imam Khomeini, Pengenalan manusia dari sisi politik  dalam pandangan al-Quran dan Imam Khomeini, Sistem politik Islam menurut al-Quran dan Imam Khomeini dan Tujuan dan Kekhususan sistem politik Islam menurut al-Quran dan Imam Khomeini.[infosyiah]