<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Makrifat Publiser</title>
	<atom:link href="http://makrifat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://makrifat.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Sep 2007 22:36:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='makrifat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Makrifat Publiser</title>
		<link>http://makrifat.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://makrifat.wordpress.com/osd.xml" title="Makrifat Publiser" />
	<atom:link rel='hub' href='http://makrifat.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Membersihkan Jiwa</title>
		<link>http://makrifat.wordpress.com/2007/09/07/membersihkan-jiwa/</link>
		<comments>http://makrifat.wordpress.com/2007/09/07/membersihkan-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Sep 2007 22:36:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parsimurgh</dc:creator>
				<category><![CDATA[buah pikir]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[xxx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://makrifat.wordpress.com/2007/09/07/membersihkan-jiwa/</guid>
		<description><![CDATA[Membersihkan Jiwa &#8220;Sungguh beruntunglah orang yang senantiasa membersihkan jiwanya dan sungguh merugilah orang yang senantiasa mengotori jiwanya&#8221; (Qs. Asy-syams (10) ayat 9)). Kebahagiaan dan kedamaian insan bergantung pada kebersihan jiwanya. Karna, kecenderungan-kecenderungan fitrawi manusia tersembunyi di dalam diri dan jiwanya yaitu berupa sebuah potensi. Dan dengan jalan membersihkannya dari berbagai noda dan dosa maka, akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=17&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:'CG Omega';">Membersihkan Jiwa</span></strong><span style="font-size:18pt;font-family:'CG Omega';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><em><span style="font-family:'CG Omega';"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><em><span style="font-family:'CG Omega';">&#8220;Sungguh beruntunglah orang yang senantiasa membersihkan jiwanya dan sungguh merugilah orang yang senantiasa mengotori jiwanya&#8221;</span></em><span style="font-family:'CG Omega';"> (Qs. Asy-syams (10)  ayat 9)).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Kebahagiaan dan kedamaian insan bergantung pada kebersihan jiwanya. Karna, kecenderungan-kecenderungan fitrawi manusia tersembunyi di dalam diri dan jiwanya yaitu berupa sebuah potensi. Dan dengan jalan membersihkannya dari berbagai noda dan dosa maka, akan tersingkaplah hal tersebut dan akan selalu aktif dan menjadi sumber terpancarnya segala kebajikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Dengan ibarat lain, bahwa jiwa manusia -dengan segala karakteristik fitrawinya yang Allah SWT anugerahkan kepada manusia- adalah seperti mata air yang memancar -yang mana kebersihan dan kesuciannya mampu menghampas segala rintangan yang ada-  dan jernih serta menjadi sumber kehidupan dan wasilah dalam mencapai keutamaan-keutamaan dan kesempurnaan manusia. Dan juga mengantarkan manusia menuju lautan kesempurnaan dan keramat Ilahi serta kebahagiaan yang tak terhingga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Sebaliknya, menodai dan mengotori mata air (jiwa) yang memancar ini dengan cara melakukan berbagai tindakan dan perbuatan dosa maka, hal ini akan merubah kondisi jiwa sehingga yang muncul tidak lain adalah tindakan dosa, putus asa, sengsara dan derita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Hakikat ini nampak jelas dalam ayat yang disebutkan di atas; karna &#8216;<em>zakkaahaa</em>&#8216; asal kata dari <em>&#8216;zakawa&#8217;</em> dan <em>&#8216;zakaau&#8217;</em> yang berarti <em>tumbuh berkembang </em>dan <em>menjadi banyak</em>. Dan juga dimaknai <em>thaharah, bersih</em> jika maknanya dikaitkan dengan jiwa manusia. Mungkin dimaknai seperti ini karna, suci dan bersih dari berbagai kotoran jiwa menjadi penyebab jiwa manusia tumbuh dan berkembang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Adapun kata <em>&#8216;dassaahaa&#8217;</em> asal katanya dari <em>&#8216;dassa&#8217;</em> yang bermakna menyembunyikan dan memasukkan sesuatu dengan maksud menyembunyikannya, sebagaimana yang disebutkan Alquran ketika berbicara tentang penguburan hidup-hidup bayi wanita oleh kaum Arab jahiliyah: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';">Qs. An Nahl ayat 59: <em>&#8220;am yadussuhu fii atturaab&#8221;</em> yakni <em>&#8220;atau menyembunyikannya (bayi) di dalam tanah&#8221;</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Jadi, <em>tadzkiyah</em> mempunyai makna bersih, suci dan tumbuh berkembang, dan <em>tadassaa</em> berarti noda , kotoran, menyembunyikan dan dosa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Dari aspek lain, kata <em>&#8216;falaah&#8217;</em> mempunyai makna mencapai sesuatu yang baik dan kebahagiaan. Sebaliknya, kata <em>&#8216;khaibah&#8217;</em> berarti tidak sampai dan tidak mencapai sesuatu yang baik, putus asa, dan maksiat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:'CG Omega';">Faktor-faktor pembersih jiwa</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Setelah makna <em>tadzkiyah nafs </em> menjadi jelas- sampailah pada pembahasan faktor-faktor pembersih jiwa. Dan banyak faktor-faktor yang bisa mempercepat proses dalam membersihkan jiwa dan tadzkiyah nafs. Misalnya ibadah-ibadah, amal saleh, sedekah, dan lain sebagainya; ini semua bisa menjadi lahan dalam penyucian jiwa insan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Di sini akan dijelaskan dan diperkenalkan -dengan menggunakan ayat-ayat Alquran- dua faktor penting dalam penyucian jiwa:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';">1. adanya tanggapan positif terhadap anugerah Ilahi yaitu <em>sifat fitrawi</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';">Allah SWT berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';">Qs. As-Syams ayat 7-9:<span>  </span><em>“dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Dari ayat ini dapat dipahami bahwa Allah SWT menciptakan jiwa manusia dan menganugerahinya dengan <em>sifat fitrawi</em>, yang dengan sifat ini manusia mampu membedakan antara yang suci dengan yang tidak suci, dan manusia mampu memahami betapa tinggi dan indah nilai taqwa dan betapa rendah dan hina dosa dan kejahatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Dari kaitan dan hubungan ayat-ayat ini, maka dapat diambil konklusi bahwa <em>sifat fitrawi</em> yang ada dalam jiwa dan diri manusia ibaratnya seorang <em>nabi batin</em> (pembimbing ruhani). Dan adanya tanggapan positif terhadap hal itu bisa menjadi factor-faktor penyuci jiwa. Karna, selama konsep (tasawwur) <em>&#8216;buruk&#8217;</em> dan <em>&#8216;taqwa&#8217;</em> tidak ada, maka mustahil bisa membuktikan (tashdiq) sesuatu itu bagus atau jelek dan juga manusia tidak akan bisa menemukan cara dalam memilih dan memilah jalan yang terbaik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Hal ini hanya bisa terwujud jika peluang bergabung antara <em>tasawwur </em>dan <em>tashdiq</em> dengan ilham Ilahi (sifat fitrawi) itu tersedia dan terbuka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Betapa banyak kata ganti (pronoun/dhamir) <em>nafs</em> yang kembali  ke <em>&#8216;fujuur&#8217;</em> (buruk) dan juga ke <em>&#8216;taqwa&#8217;</em> dalam ayat ini: <em>&#8216;fa alhamahaa fujuurahaa wa taqwaahaa&#8217;</em>. Sepertinya inilah catatan yang paling penting yang harus kita perhatikan yaitu selain Allah SWT menganugerahkan kepada manusia kemampuan untuk memisahkan antara taqwa dan tidak taqwa, juga Allah SWT mengilhami manusia berupa kemampuan dalam menilai bahwa betapa indah dan cantiknya ketaqwaan itu dan betapa buruk dan jeleknya perbuatan dosa itu. yaitu selain Allah SWT telah menyempurnakan ilham-Nya pada tahapan <em>tashawwur</em>, Allah SWT juga telah menyempurnakan ilham-Nya pada tahapan <em>tashdiq</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';">2. adanya tanggapan positif terhadap ajakan para nabi dan utusan Allah SWT.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';">Allah SWT berfirman Qs.Al Jumuah ayat 2:<em>&#8220;Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Maksud dari pada <em>tadzkiyah</em> adalah menghiasi diri dengan amalan-amalan saleh dan akhlak hasanah (baik), yang mana itu semua adalah buah dari mendengarkan panggilan-panggilan Ilahi melalui Nabi dan utusan Allah SWT serta merta ketaatan kepada-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Hakikat ini juga telah dijelaskan dalam surat <em>Abasa</em>, dimana datang dan duduk di depan Nabi saw dan mendengarkan nasehat-nasehat beliau adalah lahan yang sangat membantu dalam proses penyucian jiwa. Sebagaimana yang Allah SWT firmankan dalam surat Abasa ayat 3: <em>&#8220;wa maa yudriika la&#8217;allahu yazzakka&#8221;</em> yaitu<em>: &#8220;Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa)&#8221;.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';">Demikian juga mengenai pengutusan Nabi Musa as kepada Firaun, adalah dianggap bahwa itu peluang dan jalan bagi Firaun untuk menyucikan jiwa dan dirinya, Qs An Naziaat ayat 17 dan 18: <em>&#8220;datang dan temuilah Firaun karna dia telah melampaui batas. Dan katakanlah kepada dia apakah kamu ingin menyucikan jiwa dan diri?</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:'CG Omega';">Faktor-faktor Kehancuran Jiwa</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Sebagaimana halnya faktor-faktor pembersih jiwa itu bermacam-macam dan mempunyai banyak bentuk, maka faktor-faktor yang bisa menghancurkan jiwa juga bermacam-macam. Diantaranya seluruh perbuatan dosa dan maksiat, tukang catut (mengambil keuntungan yang berlimpah), menentang perintah, menganggap diri paling baik dan sebagainya, ini semua adalah faktor-faktor yang bisa merusak jiwa. Dalam kesempatan ini kami akan memperkenalkan dua faktor terpenting yang menjadi akar dari seluruh factor-faktor yang disebutkan di atas:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><u><span style="font-family:'CG Omega';">1. cinta dunia</span></u></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';">Allah SWT berfirman Qs. A&#8217;laa ayat 14 sampai 16:<em>&#8220;sungguh beruntunglah orang yang senantiasa membersihkan jiwanya dan senantiasa menyebut nama Tuhan serta mendirikan salat. Akan tetapi (kalian) lebih memilih kehidupan dunia&#8221;.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Dari ayat ini dapat digunakan bahwa sebagaimana halnya <em>tadzkiyah</em> bisa menjadi penyebab kebahagiaan dan kemenangan, maka <em>cinta dunia</em> juga bisa menjadi penyebab jiwa hancur dan kotor oleh dosa dan kelalaian dari mengingat Allah SWT. Di satu sisi, hakikat ini merupakan bentuk kebalikan antara tadzkiyah dan mengingat Allah SWT dengan memilih kehidupan dunia. Dan dari sisi lain, merupakan kebalikan dari kehidupan dunia dengan akherat. Sebagaimana yang diisyaratkan ayat berikut Qs Al A&#8217;laa ayat 17: <em>&#8220;dan kehidupan akherat itu lebih baik dan lebih abadi dan kekal&#8221;</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';">      Karena itu, jelaslah bahwa orang yang terkungkung dan terkurung dalam <em>cinta dunia</em> maka, dia akan lupa dari mengingat Allah dan dari segala bentuk kebaikan dan kebajikan yang pada akhirnya akan menghasilkan buah yaitu berupa kelalaian dalam melaksanakan shalat dan dzikir serta lalai terhadap adanya hari akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><u><span style="font-family:'CG Omega';">2. tamak dan rakus (<em>syuhha nafs</em>)</span></u></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Allah SWT menyebut-nyebut kaum Anshar -yang telah membantu dan berkorban untuk kaum Muhajirin- sebagai orang-orang yang beruntung. Allah SWT berfirman Qs. Al Hasyr ayat 9: <em>”Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><em><span style="font-family:'CG Omega';">Syuhha nafs</span></em><span style="font-family:'CG Omega';"> mempunyai makna <em>bakhil</em> yang disertai dengan <em>rakus</em> atau <em>loba, serakah</em> apabila dalam bentuk biasa. Nah, dengan penjelasan ini, maka dapat diambil sebuah konklusi bahwa apabila nafs jauh dan terjaga dari perbuatan <em>syuhha nafs</em> maka, akan menyebabkan nafs itu tentram dan beruntung serta suci (sebagaimana yang dijelaskan ayat diatas), maka <em>syuhha nafs</em> dan <em>loba, serakah, rakus</em> akan menjadi factor dan media yang akan merusak dan mengotori jiwa. Dan menjauhi sikap rakus, serakah dan loba merupakan salah satu ciri orang-orang saleh dan suci. Sebaliknya <em>syuhha nafs</em> adalah ciri orang-orang yang kotor jiwa dan hatinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><u><span style="font-family:'CG Omega';">3. tadzkiyah yang negatif</span></u></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Di dalam Alquran, orang-orang mukmin menjauhi sebuah model dan format tadzkiyah. Bentuk dan model tadzkiyah tersebut -kami menyebutnya sebagai format tadzkiyah negatif- pada dasarnya mempunyai makna yaitu menganggap diri suci, mulia serta terpuji. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Sebagian orang yang mempunyai perangai buruk dan amoral, selain menghindar dari melakukan tadzkiyah nafs secara hakiki, mereka sibuk memuji dan memuja diri sendiri dengan penuh ke-<em>ujub</em>-an dan takabbur serta menganggap bahwa dirinya telah tersucikan dan dirinya telah memiliki kesucian ruhani. Sebagaimana sebagian dari mereka menganggap bahwa dirinya itu bagian dari keluarga Tuhan. Mereka berkata, Qs. Al Maidah ayat 18 &#8220;<em>kami adalah anak-anak Tuhan dan kami adalah kekasih-kekasih-Nya&#8221;</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Dan atau mereka menganggap bahwa dirinya tidak akan pernah disentuh oleh api neraka: mereka mengatakan Qs. Al Baqarah ayat 80 &#8220;<em>Api neraka tidak akan pernah menyentuh kami kecuali hanya beberapa hari saja&#8221;</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Allah SWT sangat menyalahkan dan mengutuk model tadzkiyah seperti ini, sebagaimana yang difirmankan-Nya Qs. An Najm ayat 32 <em>&#8220;janganlah sekali-kali engkau memuji-muji dan menganggap suci dirimu sendiri&#8221;</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';">Qs. An Nisa ayat 49 <em>”Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak dianiaya sedikit pun”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Tentunya sangat jelas bahwa penyucian diri seseorang adalah bersumber dari Allah SWT yang dilandasi oleh hikmah Ilahi dan dengan takaran bahwa orang tersebut layak memperolehnya. Oleh karna itu, di akhir ayat disebutkan bahwa tidak satu orang pun akan terzalimi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'CG Omega';"> <strong>Husnul khitam</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">Orang-orang yang memiliki hati dan jiwa suci dalam keimanan kepada Allah SWT akan selalu sukses dalam melaksanakan beban taklif yang Allah perintahkan kepada mereka  dan balasan mereka tidak lain adalah Surga yang abadi. Sebagaimana Allah SWT berfirman: Qs. Thaha ayat 76: <em>“(yaitu) surga `Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan)”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-family:'CG Omega';">(Sultan Noer, Alumni Pesantren Al Qur’an Babussalam Bandung. Sekarang sedang menempuh studi di Iran)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/makrifat.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/makrifat.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/makrifat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/makrifat.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/makrifat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/makrifat.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/makrifat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/makrifat.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/makrifat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/makrifat.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/makrifat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/makrifat.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/makrifat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/makrifat.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/makrifat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/makrifat.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=17&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://makrifat.wordpress.com/2007/09/07/membersihkan-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e238dcf14abf4a14931f2b839e0355b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parsimurgrrrrrrrh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengantar Ma&#8217;rifatullah</title>
		<link>http://makrifat.wordpress.com/2007/08/17/pengantar-marifatullah/</link>
		<comments>http://makrifat.wordpress.com/2007/08/17/pengantar-marifatullah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Aug 2007 23:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parsimurgh</dc:creator>
				<category><![CDATA[buah pikir]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[buku islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Terbitan sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[xxx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://makrifat.wordpress.com/2007/08/17/pengantar-marifatullah/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kuliah Ma’rifatullah akan tergambar betapa Islam merupakan integrasi antara syareat – tarekat – hakekat. Ketiga unsur ini terpusat dan dilandasi ma’rifatullah.  Dalam hadis nabi yang populer, disebutkan : أَوَّلُ الدِّيْنِ مَعْرِفَةُ اللهِ “Asas agama adalah ma’rifatullah”. Al dîn, ialah wahyu Allah yang sesuai dengan akal sehat, dengan usaha keras ke arah itu, untuk mencapai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=16&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Calibri;">Dalam kuliah Ma’rifatullah akan tergambar betapa Islam merupakan integrasi antara syareat – tarekat – hakekat. Ketiga unsur ini terpusat dan dilandasi ma’rifatullah.<span>  </span>Dalam hadis nabi yang populer, disebutkan :</span></p>
<p style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" class="MsoNormal" align="center"><span style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">أَوَّلُ الدِّيْنِ مَعْرِفَةُ اللهِ</span><span style="font-family:Calibri;"></span></p>
<p style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" class="MsoNormal" align="center"><em><span style="font-family:Calibri;">“Asas agama adalah ma’rifatullah”.</span></em><span id="more-16"></span></p>
<p><span style="font-family:Calibri;">Al dîn, ialah wahyu Allah yang sesuai dengan akal sehat, dengan usaha keras ke arah itu, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Sebagian ulama memandang bahwa hadis ini perkataan Ali bin Ali Thâlib.<span>  </span>Disini, bukanlah tempat untuk mempertentangkannya tetapi cukup diambil jiwanya saja karena ulama-ulama tafsir di dalam memahami surat Muhammad (47):19 sepakat bahwa haram hukumnya taklid dalam akidah. Dalam istilah lain, mengenal dan memahami Allah wajib berdasarkan ilmu. Ilmunya tentunya ilmu dari Allah swt.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Abdullah Ibnu Abbas seorang sahabat Nabi ahli tafsir Al Qurân,menafsirkan surat Al Dzâriat (51):56 yang berbunyi ”liya&#8217;budûni” maksudnya ”lima&#8217;rifatî” yaitu untuk makrifat kepada-Ku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Pada pembahasan berikutnya akan dibahas bahwa Ma’rifatullahadalah puncak atau tujuan akhir manusia. Inti dan tugas semua para nabi dan Rasul adalah Ma’rifatullahtermasuk misi utama Al Qurân. Bila diumpamakan Ma’rifatullahsatu pohon maka dahannya ada tiga, yaitu; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Pertama<span>           </span>: Al-Tauhîd,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Kedua<span>   </span><span>           </span>: Al-Tajrîd dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Ketiga<span>              </span>: Al-Tafrîd. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Untuk dapat mehamami lebih mudah dan mendalam berikut ini uraiannya; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Pertama : Al Tauhîd</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Dahan yang pertama ini dapat dipahami berdasarkan firman Allah swt. diantaranya surah Muhammad [47]:19.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><span style="font-family:Calibri;">&#8230; </span><span dir="rtl" style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَه إِلَّا اللَّه وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِك وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَات</span><span style="font-family:Calibri;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-family:Calibri;">“Hendaklah kamu mendasarkan kepada ilmu tentang “lâ ilâha illallâh”dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang-orang mukmin,laki-laki dan perempuan ……”</span></em><span style="font-family:Calibri;"> Q.S.47 : 19.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Surah Al-Baqarah [2]:163, yang artinya : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-family:Calibri;">“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa&#8221;. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Surah Al-Ikhlas yang artinya : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-family:Calibri;">“Atas nama Allah sumber rahmat, pemancar kasih sayang. Katakanlah ! Allah itu ahad (angka satu yang tidak ada duanya). Allah tempat menggantungkan diri.<span>  </span>Tidak berputra dan tidak diputrakan.<span>  </span>Dan tidak ada yang dapat menandingi seorangpun”.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Istilah tauhid tidak kita temukan dalam Al Qur’an, sehingga sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa istilah ini baru populer sesudah terbitnya buku Muhammad Abduh yang berjudul : Risâlah Al-Tauhîd.<span>  </span>Tetapi jika kita telusuri hadis Nabi saw istilah ini akan kita temukan dalam hadis Nabi riwayat Imam<span>  </span>Bukhari :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl" style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">َيَّنَا رَجُلٌ فَمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطٌّ إِلاَّ التَّوْحِيْد فَقَالَ لِأَهْلِهِ، إِذَا</span><span dir="ltr"></span><span style="font-family:Calibri;"><span dir="ltr"></span> </span><span dir="rtl" style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">مُتُّ فَأَحْرِقُوْنِي ثُمَّ ذَرُوا نِصْفِي فِي البَرِّ وَنِصْفِي فِي البَحْرِي فِي يَوْمِ رِيْحٍ فَفَعَلُوا فَقَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لِلرِّيْحِ : أَدِّى مَا أَخَذْتِ فَإِذَا هُوَ بَيْنَ يَدَيْهِ. فَقَالَ لَهُ مَا حَمَلَكَ عَلَى مَا صَنَعْتَ ؟ فَقَالَ : اِسْتِحْيآءُ مِنْكَ فَغَفَرَلَهُ. (أخرجه البخاري عن أبي هريرة)</span><span style="font-family:Calibri;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">“Ada seorang dari generasi sebelum zaman kamu sekalian yang sama sekali tidak pernah beramal baik kecuali bahwa dia bertauhid saja.<span>  </span>Orang tersebut berwasiat pada keluarganya : “Bila aku mati, bakarlah aku dan hancurkanlah diriku kemudian taburkanlah separuh tubuhku didarat dan separuhnya lagi di laut pada saat angin kencang ”. Keluarganyapun melaksanakan wasiatnya itu, kemudian Allah swt berfirman kepada angin : “Kemarikan apa yang kamu ambil ”.<span>  </span>Tiba-tiba orang tersebut sudah berada disisi-Nya.<span>  </span>Kemudian Allah bertanya pada orang tersebut : “Apa yang membebanimu, sehingga kamu berbuat begitu?&#8221;.<span>  </span>Dia menjawab : “Karena malu kepada-Mu”.<span>  </span>Kemudian Allah mengampuninya”. (H.R Imam. Bukhari)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Dilihat dari jiwa ayat-ayat dan hadis Nabi riwayat Imam Bukhari tersebut di atas, menunjukkan betapa pentingnya tauhid. Tauhid adalah tingkat pertama Ma’rifatullahkarena ia qath‘u al andâd yaitu memutuskan apa saja yang dianggap sebagai sekutu bagi Allah swt. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Dari segi etimologi tauhid berasal dari akar kata wahhada (fi’il mâdhi) – yuwahhidu (fi’il mudhâri) –tauhîdan (mashdar) berubah jadi wâhid atau wahad dan wahîd.<span>  </span>Sama dengan kata farrada (fi’il madhi) – yufarridu (fi’il mudhâri) – tafrîd (mashdar) berubah jadi farîd.<span>  </span>Akar kata ahad adalah wahada, kemudian huruf wau diganti dengan hamzah sebagaimana huruf-huruf yang dikasrah dan didhammah diganti.<span>  </span>Orang Arab mengatakan wahhadathu<span>  </span>apabila anda menyifati dengan sifat wahdaniyyah (menyifatkan kemaha esaannya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Inti tauhid adalah kalimat;<span>  </span></span><span dir="rtl" style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">اللَّهُ</span><span dir="ltr"></span><span style="font-family:Calibri;"><span dir="ltr"></span><span>  </span></span><span dir="rtl" style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">لَا إِلَهَ إِلَّا</span><span style="font-family:Calibri;"><span>     </span> Lâ ilâha illâ llâh (Tidak ada Tuhan yang wajib disembah melainkan hanya Allah). Dalam ilmu balaghah susunan kalimat ini, dalam bahasa Arab dikenal dengan susunan yang sangat balîgh (sangat tinggi sastranya) dibandingkan dengan<span>  </span>segala ungkapan<span>  </span>yaitu; la menafikan (menidakkan), ilâha<span>  </span>yang dinafikan (disangkal), illa istitsnâ, (pengecualian),<span>      </span>Allah, itsbât, (penetapan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Jika dalam satu pertemuan seorang membuat pernyataan : “Muhammad Ali seorang muballigh”, maka pernyataan ini dapat dipahami bahwa Muhammad Amin juga bisa jadi seorang muballigh.<span>  </span>Berbeda jika pernyataan itu berbunyi : “Tidak ada muballigh disini kecuali Muhammad Ali”. Dibandingkan pernyataan ini dengan pernyataan pertama, menunjukan bahwa satu-satunya muballigh hanyalah Muhammad Ali. Disinilah letaknya kebalighannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Kata Allah terulang dalam Al Qurân sebanyak 2698 kali. Ini menunjukkan betapa pentingnya kata tersebut. Mayoritas ulama lebih cenderung berpendapat bahwa kata itu tidak musytaq artinya tidak terambil dari satu akar kata tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span>Menurut sebagian ulama , kata ini berakar dari kata walaha yang berarti mengherankan atau menakjubkan&#8221;. Semua af&#8217;al-Nya (perbuatan-Nya) pasti menakjubkan bagi yang mentafakkurinya. Segala ciptaan-Nya bagi<span>  </span>orang yang mengkajinya sampai sedetail mungkin, apalagi sampai kepada hakekat-hakekat ciptaan-Nya pasti penelitinya akan semakin takjub, tercengang dan akan terheran-heran akan Tuhan yang diperkenalkan oleh Al Qurân dengan nama &#8220;Allâh&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span>Pendapat lain mengatakan bahwa kata itu terambil dari akar kata ”aliha-ya&#8217;lahu” yang artinya menuju atau bermohon. Setiap makhluk dipastikan bahwa semuanya sedang menuju kepada-Nya rela atau terpaksa, siap atau lalai, sesuai dengan firman-Nya pada surah Al-Baqarah [2]:156. ”&#8230;..Innâ lillâhi wainnâ ilaihi râji’ûn”. Setiap makhluk terutama manusia, untuk memenuhi kebutuhannya, pasti akan bermohon kepada Tuhan yang mereka yakini dapat mengabulkannya yaitu Allah swt.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span>Sebagian lagi mengatakan bahwa kata itu pada mulanya bermakna mengabdi. Ini dapat dimaklumi karena setiap makhluk ciptaan Tuhan pasti mengabdi kepada-Nya. Di antara sekian banyak makhluk yang mengabdi, manusialah termasuk makhluk yang paling banyak membangkang dan durhaka kepada Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Ulama berupaya membedakan antara kata Allâh dan ilâh dalam kalimat ”lâ ilâha illâ llâh” Imam<span>  </span>Al-Marâghi misalnya mengungkapkan<span>  </span>bahwa ”ilâh”=Tuhan, adalah segala sesuatu yang disembah. Penyembahan itu baik dibenarkan oleh ajaran Islam atau sebaliknya yang tidak ditolerir oleh Islam.<span>  </span>Penyembahan yang tidak ditolerir oleh ajaran Islam adalah menyembah matahari, bulan, bintang, berhala dan hawa nafsu. Dari sini dapat dipahami bahwa ”ilâh” mencakup seluruh objek sesembahan atau semua yang dianggap sebagai kekuatan yang menguasai hidup atau matinya sesuatu. Berbeda dengan zat yang wajib wujudnya (pantas dan mutlak diibadahi) yang diperkenalkan Al Qurân yaitu ”Allah swt”. Dialah yang memiliki nama yang wajib disembah, Al-Khâliq, zat yang harus ada dan selalu<span>  </span>ada berada dengan zat-zat lainnya yang terkenal dengan ”asmâ u al husnâ”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Menarik dikemukan disini apa yang disampaikan oleh seorang ulama kontemporer dan guru besar Universitas Al-Azhar Mesir, pakar bahasa Arab yaitu syekh Mutawwali Al-Sya&#8217;rawi. Ia menulis dalam tafsirnya tentang khawash (keindahan dan kekhususan lafaz Allah). Menurutnya, Allah selalu ada dalam diri manusia walaupun ia mengingkari wujud-Nya baik melalui ucapan dan tindakan.<span>  </span>Kata ini selalu menunjuk kepada-Nya yang diharapkan pertolongan-Nya. Perhatikan lafaz ”Allâh”, bila huruf pertamanya dihapus, maka ia akan terbaca ”lillâh” yang artinya berbentuk sumpah ”demi Allah” atau ”milik Allah”. Bila satu huruf berikutnya atau huruf kedua dihapus akan terbaca ”lahu” yang berarti ”untuk-Nya” atau ”milik-Nya”. Kemudian jika huruf berikutnya<span>  </span>yaitu huruf ketiga dihapus juga, ia akan terbaca dan tertulis ” hu” yang dapat dibaca ”huwa” sebagai ”dhamir ghaib”( kata ganti orang ketiga ) yang berarti ”Dia ”yaitu Allah swt.( lihat dhamir ” hu ” pada ayat kursi) dan ayat-ayat lain yang berarti Dia=Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Menarik lagi apa yang dikemukakan oleh Imam Al-Sya&#8217;râwi : ” bahwa setiap orang yang mengeluh selalu berkata ah-ih atau uh. (tanpa memandang siapa, bangsa dan keturunan). Kata ini menurut analisanya bahwa di dalamnya tersirat singkatan dari lafaz Allah. Semua ini menunjukkan bahwa sadar atau tidak, setiap orang mengeluh kepada-Nya dan dapat ditarik satu kesimpulan bahwa keyakinan kepada-Nya atau Ma’rifatullahterdapat dalam sanubari setiap insan.Inilah fitrah.<span>    </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Betapa penting ungkapan tauhid ini, sehingga di dalam Al Qurân ditemukan istilah ini sebanyak 23 nama<span>  </span>padanan atau sinonim kata Al-Tauhid yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">1-kalimah al-ikhlâsh pada surah Al-Zumar ( 39 ) : 2-3,* 2.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">2-kalimah<span>  </span>al ihsân pada surah Al-Rahmân (55) : 60,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">3-kalimah al &#8216;adl<span>  </span>ini dapat dipahami dari surah Al-Nahl (16) : 90,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">4- kalimah al thayyibah, pada surah Ibrâhim (14) : 24,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">5-kalimah al<span>   </span>tsâbitah, pada surah Ibrahim (14) : 27,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">6-kalimah al taqwa, pada surah Al-Fath (48) : 26,<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">7-kalimah al-shidq, ini difahami dari surah Al-Zumar (39): 33.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">8-al thayyib min al qaul<span>  </span>pada surah Al Haj (22): 24.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">9- kalimah al bâqiyah pada surah Al Zukhruf ( 43): 28.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">10-kalimatullâh al ’ulyâ pada surah Al Taubah (9): 40.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">11-al matsalu al a’lâ pada surah Al Nahl (16): 60.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">12-kalimah al sawâi pada surah Ali Imrân ( 3 ) : 64.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">13-da’wah al haq pada surah Al Ra’du ( 13 ):14.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">14-kalimah al ‘ahdi pada surah Maryam (19 ): 87.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">15-kalimah al istiqâmah<span>  </span>pada surah Fusshilat (41) : 30.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">16-maqâlidu al samâwâti wa al ardh tercantum pada surah Al Zumar (39) : 63.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">17-al qaul al sadîd tercantum pada surah Al Nisa ( 4 ): 9,Al Ahzab ( 33 ):<span>  </span>70 </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">18-kalimah al birri tercantum pada surah Al Baqarah (2):177.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">19-al dîn al khâlish tercantum pada surah Al Zumar ( 39): 3.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">20-al shirâth al mustaqîm tercantum pada surah Al An’âm (6) : 153,Al Syura (42) : 52- 53.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">21-kalimah al haq tercantum pada surah Al Zukhruf<span>  </span>( 43 ) : 86.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">22-al ‘urwah al wutsqâ tercantum pada Al Baqarah ( 2 ) : 256.-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">23-kalimah al najah ,tidak akan selamat dari siksa Allah kecuali bersama Allah<span>             </span>surah Al Nisa ( 4 ): 28,Luqman (31 ):13</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Selain kalimah tauhid di atas, puncak dari tauhid terkandung dalam satu surah pendek yang terkenal dengan surah Al-Ikhlas.<span>  </span>Di kalangan para Mufassir (ahli Tafsir) surah ini juga dinamakan surah Al-Tauhid.<span>  </span>Adapun terjemahan kata ahad dalam surah Al-Ikhlas, penulis terjemahkan “satu yang tidak ada duanya” sehingga kalau diterjemahkan “Esa” ini tidak cocok, karena Esa ada Dwi, Tri…, dst; sedang jika diterjemahkan “satu” juga tidak cocok karena satu ada dua, tiga, empat…, dst.<span>  </span>Jika diterjemahkan tunggal juga kurang cocok karena ada double, triple…, dst.Ini dapat dilihat dan dibaca pada tasir ”Mahasin al Takwil ”oleh Imam Al Qasimi surah Al Ikhlas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Dari aspek dasarnya tauhid terdiri dari :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Pertama : Tauhid al-ilmi, yaitu mengesakan pemahaman yang bersifat berita yang diyakini. Keyakinan ini mencakup penetapan sifat-sifat kesempurnaan Allah swt. dan mensucikan-Nya dari penyerupaan dan penyetaraan dengan selain-Nya dan dari sifat-sifat kekurangan. Tauhid ini tergambar dengan jelas dalam Al Qurân Surah Al-Tauhid (Al-Ikhlas).Tauhid tingkat ini adalah teoritis..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Kedua : Tauhid al-&#8217;amali, yaitu mengesakan Allah dalam beribadah. Maksudnya hanya menghamba kepada-Nya semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun, mengesakan dalam mencintai-Nya, ikhlas untuk-Nya, takut (khauf) hanya kepada Nya, berharap (raja’) dan tawakkal kepada-Nya serta rela (ridha) dengan-Nya sebagai Rab (Pencipta, Pengatur, Pemelihara, Pemimpin).Tauhid macam ini tersimpul dalam satu surah yang juga terkenal dikalangan mufassir surah Al-Tauhid<span>  </span>yaitu surah Al-Kafirun.Tauhid al ’amali disini ditekankan pada bidang praktis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Dalam pengantar ini baru sekedar pengenalan, yang insya Allah akan terbahas sedikit demi sedikit secara bertahap. Sebelum melangkah pada pohon makrifat yang kedua dan ketiga terlebih dahulu membuka pandangan para ulama irfan/ahli Ma’rifatullahtentang tauhid.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span>Dzun Nun Al-Mishri misalnya ditanya tentang tauhid,maka beliau berkata :<span>  </span>“Hendaklah engkau ketahui bahwa kekuasaan Allah terhadap makhluk ini tanpa ada campur tangan orang luar, ciptaan-Nya terhadap segala sesuatu tanpa bantuan orang lain,langsung atau tidak<span>  </span>langsung segala yang ada adalah ciptaan-Nya, ciptaan-Nya pun tidak ada yang cacat.<span>  </span>Setiap yang terproyeksi dalam gambaran jiwamu tentang Allah, maka Dia pasti berbeda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Yusuf Ibnu Husain berkata : “Tauhidnya orang khusus yaitu tauhid itu total dengan batin, dimanifestasikan dengan hati, seakan-akan ia berdiri di sisi Allah swt. mengikuti aliran yang berlaku dalam aturan-Nya dan hukum-hukum qudrat-Nya, mengarungi lautan fana dari dirinya, hilangnya rasa karena tegak-Nya Al-Haq yang Maha Suci dan Luhur dalam kehendak-Nya.<span>  </span>Dikatakan bahwa alam semesta ini berada dalam arus ketentuan Allah swt. Demikianlah sebahagian kecil pandangan ulama Irfan tentang tauhid.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Kedua : Al-Tajrîd.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Dilihat dari asal kata ”al-tajrid”, ia terdiri dari tiga huruf ”ja, ra dan da” yang fi&#8217;il madhinya berasal dari kata ”jarrada”, fi’il mudhâri&#8217;-nya” yujarridu” dan” tajrîdan” (mashdar) yang berarti menyongsong, menurunkan, menelanjangi. Maksud<span>  </span>”tajrîd” dalam pembahasan ini adalah: ” pengosongan diri dari selain Allah swt.” yaitu dengan melaksanakan ikhlas.<span>  </span>Ikhlas merupakan langkah pertama dan inti menuju ” al-tajrid”. Ikhlas berarti suci, murni, tidak ada campuran seperti orang Arab menamakan madu murni dengan <span>   </span>: ”&#8217;asalun khâlishun” atau emas murni dengan ; ”dzahabun khâlishun”. Berikut ini uraian ikhlas secara umum dalam bentuk skema sebagai ringkasan dari sebuah kitab bernama “ Din al Khalish “:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><!--[if gte vml 1]&gt;        &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span></p>
<table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td height="0" width="182">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td style="border:0.75pt solid black;background:white none repeat scroll 0 50%;vertical-align:top;" bgcolor="white" height="53" width="129"><!--[endif]--><!--[if !mso]--><span style="position:absolute;left:0;z-index:1;"></p>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td><!--[endif]--></p>
<p style="padding:4.35pt 7.95pt;" class="shape">
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;" align="center"><span dir="ltr">IKHLAS</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;" align="center"><span dir="ltr"> </span></p>
<p><!--[if !mso]--></td>
</tr>
</table>
<p></span><!--[endif]--><!--[if !mso &amp; !vml]--> <!--[endif]--><!--[if !vml]--></td>
</tr>
</table>
<p></span><!--[endif]--><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><!--[if gte vml 1]&gt;-->     </p>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center" dir="RTL" style='text-align:center;'><span dir="LTR">Amal</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center" dir="RTL" style='text-align:center;'><span dir="LTR">Bid&#8217;ah</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center" dir="RTL" style='text-align:center;'><span dir="LTR">Aqidah</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center" dir="RTL" style='text-align:center;'><span dir="LTR">Syirik</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center" dir="RTL" style='text-align:center;'><span dir="LTR">Niat</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center" dir="RTL" style='text-align:center;'><span dir="LTR">Riya/Ujub</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<p> <!--[if !vml]--><span></p>
<table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td height="1" width="45">&nbsp;</td>
<td width="39">&nbsp;</td>
<td width="90">&nbsp;</td>
<td width="20">&nbsp;</td>
<td width="129">&nbsp;</td>
<td width="8">&nbsp;</td>
<td width="86">&nbsp;</td>
<td width="4">&nbsp;</td>
<td width="2">&nbsp;</td>
<td width="47">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td height="21">&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
<td colspan="5" align="left" valign="top"><img src="///C:/DOCUME%7E1/fajr110/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" height="21" width="333" /></td>
<td>&nbsp;</td>
<td align="left" valign="top"><img src="///C:/DOCUME%7E1/fajr110/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" height="21" width="2" /></td>
</tr>
<tr>
<td height="1">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td height="132">&nbsp;</td>
<td colspan="2" align="left" valign="top"><img src="///C:/DOCUME%7E1/fajr110/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" height="132" width="129" /></td>
<td>&nbsp;</td>
<td align="left" valign="top"><img src="///C:/DOCUME%7E1/fajr110/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" height="132" width="129" /></td>
<td>&nbsp;</td>
<td colspan="4" align="left" valign="top"><img src="///C:/DOCUME%7E1/fajr110/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.gif" height="132" width="139" /></td>
</tr>
</table>
<p></span><!--[endif]--><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Skema tersebut menggambarkan sepertiga dari kandungan Al Qurân ialah Ikhlas dalam akidah yang terkenal dengan kata tauhid , lawannya syirik , orang yang syirik dinamakan musyrik ; sedangkan ikhlas dalam niat lawannya riya ,(unsur mata)’ujub(kebanggaan hati) dan sum’ah(unsur telinga),sedang ikhlas dalam amal ,lawannya bid’ah. Para ulama Irfan/ahli makrifat mengartikan ikhlas dengan menjadikan Allah swt. sebagai satu-satunya sembahan atau pengabdian. Sikap taat dimaksudkan adalah ”taqarrub” (pendekatan diri) kepada-Nya dengan mengenyampingkan makhluk lain, yang biasanya dimaksudkan untuk memperoleh pujian ataupun penghormatan dari manusia.<span>  </span>Atau unsur-unsur lain selain ”taqarrub” kepada Allah swt semata.<span>  </span>Dapat dikatakan, ikhlas dalam amal berarti mensucikan amal-amal perbuatan dari campur tangan sesama makhluk, atau melindungi diri sendiri dari urusan individu-individu manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Dengan ikhlas, baik dalam akidah, dan niat serta amal maka seseorang itu akan mampu ”fana”yaitu tenggelam dalam lautan rububiyah dan uluhiyah-Nya sebagai inti dan hakekat ”:al-tajrîd”. Jika al-tauhid itu dinamakan; ” qath&#8217;u al-andâd” berarti memutuskan keterbilangan Allah swt.,<span>  </span>maka ”al-tajrid” dinamakan;” qath&#8217;u al-asbâb” yaitu memutuskan segala sebab.. Berbeda lagi dengan istilah ”al-tafrîd” karena ia dinamakan ”qath&#8217;u al-jam&#8217;i”<span>  </span>yaitu memutuskan bentuk jama’ (plural/keterbilangan). Seperti halnya istilah ”fana” yaitu melepaskan diri dari ruang dan waktu dan tenggelam bersama Allah swt</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Ketiga,Al-Tafrîd.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Kata<span>  </span>Al-Tafrîd<span>  </span>berasal dari kata; farrada – yufarridu – tafridan &#8211; wa furûdan – yang berarti tunggal – bersendirian –mengerjakan sendirian. Dari istilah ini lahir kata mufrad (tunggal) lawan dari jama&#8217; (banyak). Kemudian &#8216;ain fi&#8217;il di syaddah, maka bentuknya berubah menjadi &#8211; farrada – yufarridu – tafrîdan. Maksud kata” al-tafrîd” disini adalah pengosongan diri<span>  </span>dalam menempuh perjalanan menuju Allah tanpa perantara dan tanpa ”washilah” (perantara)<span>  </span>apa-apa. Unsur-unsur ”al-tafrîd ”ini minimal ada lima macam yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">1) al-khauf<span>  </span>(takut) yaitu hanya takut kepada Allah baik lahir maupun batin;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">2) al-thâ&#8217;ah (taat) yaitu senantiasa taat dan patuh hanya kepada Allah semata; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">3) al-wara&#8217; (wara) yaitu menuju Allah swt. dengan membelakangi segala urusan lain; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">4) al-ikhlâsh (ikhlas) yaitu ikhlas kepada Allah baik niat, ucapan, dan perbuatan;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">5) al-murâqabah (kontemplasi) yaitu pengawasan diri dalam segala lintasan batin (hati) dan seluruh manifestasi hidupnya, dimana merasakan sepenuhnya kehadiran Allah swt.<span>   </span>sekalipun Allah swt. melampaui segenap ruang dan waktu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Semua permasalahan tersebut di atas, selanjutnya akan dibahas secara bertahap dan mendalam pada pembahasan berikutnya, Insya Allah.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/makrifat.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/makrifat.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/makrifat.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/makrifat.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/makrifat.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/makrifat.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/makrifat.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/makrifat.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/makrifat.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/makrifat.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/makrifat.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/makrifat.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/makrifat.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/makrifat.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/makrifat.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/makrifat.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=16&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://makrifat.wordpress.com/2007/08/17/pengantar-marifatullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e238dcf14abf4a14931f2b839e0355b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parsimurgrrrrrrrh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tingkatan-tingkatan surga dan neraka</title>
		<link>http://makrifat.wordpress.com/2007/07/25/tingkatan-tingkatan-surga-dan-neraka/</link>
		<comments>http://makrifat.wordpress.com/2007/07/25/tingkatan-tingkatan-surga-dan-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2007 13:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parsimurgh</dc:creator>
				<category><![CDATA[buah pikir]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[buku islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Terbitan sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[xxx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://makrifat.wordpress.com/2007/07/25/tingkatan-tingkatan-surga-dan-neraka/</guid>
		<description><![CDATA[Tingkatan-tingkatan surga dan neraka Sebagian al-muhaqqiqûn (para penegas kebenaran) mengatakan bahwa makhluk pertamakali disifati dengan wujud, kemudian dengan ilmu, kemudian dengan qudrat (kekuasaan, kemampuan), kemudian dengan irâdah (keinginan), kemudian dengan perbuatan hingga ma’âd (tempat kembali) itu menjadi proses kembali pada  fitrah yang asli dan pulang kepada permulaan dalam akhir. Maka seharusnya, sifat-sifat itu harus hilang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=14&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="Style6"><a name="_Toc148142396"></a><a name="_Toc148141691"></a><span><span>Tingkatan-tingkatan surga dan neraka</span></span><span></span></p>
<blockquote>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><a href="http://makrifat.files.wordpress.com/2007/07/birthofhopepu.jpg" title="birthofhopepu.jpg"><img src="http://makrifat.files.wordpress.com/2007/07/birthofhopepu.thumbnail.jpg?w=140&#038;h=184" alt="birthofhopepu.jpg" height="184" width="140" /></a><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Sebagian al-muhaqqiqûn (para penegas kebenaran) mengatakan bahwa makhluk pertamakali disifati dengan wujud, kemudian dengan ilmu, kemudian dengan qudrat (kekuasaan, kemampuan), kemudian dengan irâdah (keinginan), kemudian dengan perbuatan hingga ma’âd (tempat kembali) itu menjadi proses kembali pada<span>  </span>fitrah yang asli dan pulang kepada permulaan dalam akhir. Maka seharusnya, sifat-sifat itu harus hilang secara berangsur-angsur dan teratur lagi berlawanan dengan keteraturan yang awal lagi baru.</span><span id="more-14"></span></p>
</blockquote>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Pesuluk yang menuju pada Allah Swt dengan langkah keimanan dan cahaya irfan (makrifat), perbuatannya harus lebih dahulu ternafikan dari dirinya. Maqam ini disebut dengan maqam ketakwaan dan kezuhudan di dunia. Setelah itu ikhtiarnya ternafikan dari dirinya hingga tak ada satu pun keinginan dan ikhtiar yang ada di dalamnya. Bahkan dia meleburkan keinginannya dalam keinginan Allah. ”<em>Dan tidak patut bagi seorang mukmin dan mukminat untuk memiliki pilihan ketika Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara”<span>  </span></em>(QS. al-Ahzâb [33]:36). Karena pada hakekatnya, segala sesuatu berasal dari-Nya dalam konteks yang lebih utuh dan aturan yang lebih kokoh. Jika ia sudah sampai pada maqam ini dan beristiqamah di dalamnya, dia akan ridha dengan ketentuan-Nya. Dengan begitu, dia akan berhasil mencapai maqam keridhaan, tenang dari segala<span>  </span>duka dan nestapa. Sebab, dia melihat segala sesuatu berada pada puncak kedermawanan, kebaikan, keteraturan dan kesempurnaan. Dia melihat rahmat Allah mencakup segala sesuatu bahkan dia menyaksikan wajah al-Haq (Allah) yang kekal dalam segala sesuatu. Dia melihat kebaikan mutlak dan keindahan mutlak termanifestasi padanya dan pada segala sesuatu hingga dia menjadi bersinar, ridha dan merasakan kenikmatan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Barang siapa yang melihat bentuk seluruh alam ini tersingkap baginya akan memperoleh ilmu “hudhûri” (hadir bersama Allah) dalam konteks yang lebih teratur, lebih rapi, dan lebih<span>  </span>tersusun dan sempurna dari segi ilmu terhadap sebab-sebab dan sumber-sumbernya yang datang dari sisi Allah. Pada saat itu, bentuk-bentuk segala sesuatu telah berganti. Bumi menjadi bumi yang lain dan langit menjadi langit yang lain. Begitu pula, segala sesuatu berubah<span>  </span>bahkan jiwa pesuluk tadi juga berubah. Eksistensinya yang gelap berubah menjadi eksistensi yang bercahaya dan kenistaan jahiliyah hilang dari dirinya. Dia berada dalam surga<span>  </span>yang luasnya seluas langit dan bumi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Dalam konteks inilah, penjaga surga dinamakan Ridhwân. Karena<span>  </span>selama manusia belum sampai pada maqam keridhaan ini, dia tidak akan masuk surga dan tidak akan sampai pada rumah kemuliaan dan kedekatan. Di dalam hadis qudsi disebutkan,”Barang siapa yang belum ridha dengan ketetapan-Ku dan belum sabar atas cobaan-Ku maka hendaknya dia menyembah tuhan selain-Ku dan keluar dari bumi dan langit-Ku”. Allah berfirman, <em>”dan keridhaan dari Allah lebih besar</em>” (QS. al-Taubah [9]:72).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Setelah maqam ini, qudrat (kekuatan, kemampuan) niscaya ternafikan dari diri pesuluk hingga dia tidak melihat dalam dirinya ada kekuatan, kekuasaan dan kemampuan yang bertentangan dengan qudrat<span>  </span>al-Haq dan kekuatan-Nya yang tak ada satu pun bisa keluar dari kekuasaan-Nya. Akhirnya, dia berada pada tingkat tawakkal, Barang siapa yang bertawakkal pada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. <em>”Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya.”<span>  </span></em>(QS. al-Thalâq [65]:3). Dan ini merupakan maqam penyerahan,<span>  </span><em>”dan aku serahkan urusanku pada Allah.”</em> (QS. Ghafir [40]:44).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Kemudian, sifat ilmu niscaya ternafikan darinya karena ilmunya lenyap dalam ilmu Allah yang tidak luput dari ilmu-Nya sekecil atom pun apa yang ada di bumi dan di langit, sebagaimana firman-Nya ketika mengisahkan tentang ilmu-ilmu para malaikat yang melebur dalam ilmu Allah, <em>”kami tidak memiliki ilmu kecuali apa yang telah Engkau ajarkan pada kami.”</em> (QS. al-Baqarah [2]:32). Inilah maqam taslim<span>  </span>(penyerahan diri), Allah berfirman, <em>”Serahkan diri kalian dengan sebenar-benarnya penyerahan.”</em> (QS. al-Ahzab [33]:56), <em>”Keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan.”</em> (QS. al-Waqi`ah [56]:91) <em>”dan Keselamatan atas kalian, kalian telah berbuat baik maka masuklah ke dalam (surga), kalian kekal di dalamnya.”</em> (QS. al-Zumar [39]: 73).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Setelah itu, wujudnya yang dengannya dia terwujud niscaya ternafikan dalam wujud al-Haq, yang dengannya segala sesuatu terwujud dan bersandar. Serta dengan cahaya-Nya segala bayangan nampak dan abadi hingga dia memiliki wujud dalam dirinya. Inilah maqam ahl al-wahdah (orang-orang yang fana dalam tauhid) yang merupakan maqam teragung dan termulia. Yang saya maksud, kefanaan dalam tauhid adalah mereka itulah yang bersama dengan orang-orang yang diberikan nikmat oleh Allah dari para nabi, shiddîqîn, syuhadâ dan orang-orang<span>  </span>saleh. (QS. al-Nisa [4]:49), Allah berfirman, <em>”Milik siapakah kerajaan ini pada hari ini? Milik Allah yang Mahaesa lagi Maha Membinasakan.”</em> (QS. Ghafir [40]:16), <em>”dan kekallah wajah Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.</em>” (QS. al-Rahman [55]:27). Inilah akhir derajat para pesuluk yang menuju Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Adapun yang belum berjalan melalui jalan ahli <em>wahdah</em> dan irfan serta perbuatan-perbuatannya masih menuruti keinginannya dan kebutuhan alaminya,<span>  </span>dia seperti orang yang diisyaratkan oleh firman-Nya, <em>”Seandainya al-Haq mengikuti hawa nafsu mereka, niscaya hancurlah langit dan bumi serta siapa yang ada di dalamnya.”</em> (QS. al-Mukminun [23]:71). Sudah pasti dia terhalangi dari keinginan hawa nafsunya dan terhijab dari keinginan alami dan syahwatnya.<span>  </span>Allah berfirman, <em>”Dan dihalangi antara mereka dan antara apa yang mereka ingini.”</em> (QS. Saba [34]:54). Kemudian dia mendapatkan murka Allah dan api kemarahan-Nya, <em>”Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah seperti orang yang mendapatkan kemurkaan dari Allah.”</em> (QS. Âli Imran [3]:162). Hawa nafsu telah membawanya sampai ke neraka hawiyah dan diharamkan baginya dari seluruh yang diinginkan oleh hati dan keinginannya. Dia diikat dan dibelenggu dengan rantai dan belenggu, seperti sifat pemilik dan budak. Dalam konteks ini penjaga neraka dan hawiyah dinamakan Mâlik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Setiap derajat dari derajat-derajat di surga bertolak belakang dengan tingkatan di neraka. Derajat tawakkal berlawanan dengan tingkatan keterlantaran, Allah berfirman, <em>”dan jika Allah menelantarkan kalian, maka siapakah yang akan menolong kalian setelah-Nya”</em> (QS. Âli Imran [3]:160). Derajat taslîm (penyerahan diri) berlawanan dengan kehinaan, <em>”dan barang siapa yang dihinakan oleh Allah, maka siapakah yang memuliakannya.”</em> (QS. al-Hajj [22]:18). Derajat qurbah (kedekatan) dan wahdah (kesatuan) berhadapan dengan tingkatan pengusiran dan kutukan, <em>”Mereka itulah yang dikutuk oleh Allah dan dikutuk oleh orang-orang yang mengutuk.”</em> (QS. al-Baqarah [2]:159).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Penafian kekuatan, ilmu dan wujud pada kelompok pertama meniscayakan bagi mereka kekuatan yang tidak terbatas, ilmu ladunni, dan wujud yang kekal lagi abadi. Sedangkan kesewenang-sewenangan dengan sifat-sifat ini pada kelompok kedua mengakibatkan ketidakmampuan yang tidak terbatas, kebodohan total dan kehancuran abadi. Itulah kehinaan yang besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Pada bab ini, terdapat banyak hadis yang diriwayatkan oleh orang-orang yang terpercaya dari sahabat-sahabat kami ra. Mereka mengambilnya dari kitab yang berjudul “Ma’âni al-Akhbar” yang ditulis oleh syaikh al-muhadditsîn, Muhammad bin Ali bin Babawaeh.<span>   </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/makrifat.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/makrifat.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/makrifat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/makrifat.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/makrifat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/makrifat.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/makrifat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/makrifat.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/makrifat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/makrifat.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/makrifat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/makrifat.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/makrifat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/makrifat.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/makrifat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/makrifat.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=14&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://makrifat.wordpress.com/2007/07/25/tingkatan-tingkatan-surga-dan-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e238dcf14abf4a14931f2b839e0355b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parsimurgrrrrrrrh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://makrifat.files.wordpress.com/2007/07/birthofhopepu.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">birthofhopepu.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adab-Adab Berhubungan Suami Isteri</title>
		<link>http://makrifat.wordpress.com/2007/07/19/adab-adab-berhubungan-suami-isteri/</link>
		<comments>http://makrifat.wordpress.com/2007/07/19/adab-adab-berhubungan-suami-isteri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 23:34:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parsimurgh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://makrifat.wordpress.com/2007/07/19/adab-adab-berhubungan-suami-isteri/</guid>
		<description><![CDATA[Adab-Adab Berhubungan Dengan Suami Isteri Dalam rangka mnciptakan generasi Qurani yang sejak lahir sudah  dipancari Ma’rifatullah dan tumbuh dalam naungan ma’rifatullah, maka dari sari pati Al Qurân dan Hadis-Hadis Rasulullah saw kita temukan bahwa pendidikan Islam itu dimulai dari pelaminan. Laksana membuat kue bolu, adonan pertama menentukan bagus tidaknya kue tersebut. Itulah sebabnya, maka Rasulullah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=13&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Adab-Adab Berhubungan Dengan Suami Isteri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Dalam rangka mnciptakan generasi Qurani yang sejak lahir sudah<span>  </span>dipancari Ma’rifatullah dan tumbuh dalam naungan ma’rifatullah, maka dari sari pati Al Qurân dan Hadis-Hadis Rasulullah saw kita temukan bahwa pendidikan Islam itu dimulai dari pelaminan. Laksana membuat kue bolu, adonan pertama menentukan bagus tidaknya kue tersebut.</span><span id="more-13"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Itulah sebabnya, maka Rasulullah saw memberikan tuntunan adab-adab dalam berhubungan dengan<span>  </span>istri sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">1. Berwudu lebih dahulu.Wudu adalah usaha untuk mencapai tazkiyah secara syar’i,baik lahir maupun batin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">2. Sebelum sanggama membaca ” basmalah ” lebih dahulu: ” Bismillâhir<span>  </span>rahmânir<span>  </span>rahîm ”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">3. Membaca surah Al Fâtihah:</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;text-indent:30pt;"><span style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ(1)الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ(2)الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ(3)مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ(4)إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ(5)اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ(6)صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ(7)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span style="font-family:Calibri;"><span dir="ltr"></span>4. Membaca surah Al Ikhâsh<span>  </span>:</span><span dir="rtl" style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl" style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">بسم الله الرحمن الرحيم</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;text-indent:30pt;"><span style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(1)اللَّهُ الصَّمَدُ(2)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(3)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ(4)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span style="font-family:Calibri;"><span dir="ltr"></span><span>                              </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"><span>  </span>5. Membaca tahlil : </span><span dir="rtl" style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl" style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">لاإله إلا الله</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span style="font-family:Calibri;"><span dir="ltr"></span>”Lâ ilâha illallâh ”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"><span>  </span>6. Berdoa sebelum mengumpuli istri:</span><span dir="rtl" style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;text-indent:30pt;"><span style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي وَجَنِّبِ الشَّيَاطِيْنَ مَا رَزَقْتَنَا</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span style="font-family:Calibri;"><span dir="ltr"></span>”Allâhumma jannibnî wajinnibis syaithâna mâ razaqtanâ ”.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">Artinya : ” Ya Allah ! jauhkanlah setan dari padaku dan jauhkanlah setan dari pada yang sudah dilimpahkan atas<span>  </span>kami .”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Calibri;"><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">                      </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:Calibri;">Pada puncak orgasmus (puncak syahwat ), berdoalah dengan khusyu’ sambil menggerakkan bibir : </span></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right:0.25in;text-align:justify;text-indent:30pt;"><span dir="ltr" style="font-family:Calibri;">“</span><span dir="rtl"></span><span style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';"><span dir="rtl"></span> رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنَ الصَّالِحِيْنَ </span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-family:Calibri;"><span dir="ltr"></span>” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">“Rabbanâ hab lana minasshâ lihîn ”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">”Limpahkanlah kepada kami putera/puteri yang saleh ”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">7. Doa tersebut di atas diteruskan dengan hamdalah :</span><span dir="rtl" style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;text-indent:30pt;"><span style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span style="font-family:Calibri;"><span dir="ltr"></span>”Al hamdu lillâhil ladzî khalaqa minal mâi basyaran”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">”Segala puji bagi Allah yang<span>  </span>menciptakan manusia dari air”.</span><span dir="rtl" style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">9. Dikala sanggama hendaknya tidak menghadap kiblat atau Makkah Al Mukarramah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">10. Suami hendaknya menutupi dirinya dan kepalanya dengan selimut atau kain serta diam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em><span style="font-family:Calibri;">”Apa bila salah seorang diantara kamu mendatangi istrinya ,maka janganlah bertelanjang seperti keledai ”</span></em><span style="font-family:Calibri;"> ( Al Hadis ).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">11. Hendaklah laki-laki mendahulukan kata-kata kasih sayang dan cumbuan yang manis-manis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">12. Tidak melakukan sanggama dikala istri dalam keadaan haid.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">13. Tiga malam dimakruhkan bersanggama dengan istri yaitu,pada malam pertama,malam pertengahan dan malam terakhir tiap bulan (bulan Hijriyah ).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">14. Suami hendaknya berusaha memberikan kepuasan kepada istrinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">15. Mandi janabah (junub),seuai dengan tuntunan Rasul saw sebelum salat.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/makrifat.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/makrifat.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/makrifat.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/makrifat.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/makrifat.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/makrifat.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/makrifat.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/makrifat.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/makrifat.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/makrifat.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/makrifat.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/makrifat.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/makrifat.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/makrifat.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/makrifat.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/makrifat.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=13&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://makrifat.wordpress.com/2007/07/19/adab-adab-berhubungan-suami-isteri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e238dcf14abf4a14931f2b839e0355b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parsimurgrrrrrrrh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>77 cabang Iman</title>
		<link>http://makrifat.wordpress.com/2007/07/19/77-cabang-iman/</link>
		<comments>http://makrifat.wordpress.com/2007/07/19/77-cabang-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 23:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parsimurgh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://makrifat.wordpress.com/2007/07/19/77-cabang-iman/</guid>
		<description><![CDATA[77  CABANG IMAN  1. Beriman kepada Allah 2. Beriman kepada para rasul 3. Beriman kepada malaikat 4.Berimankepada kitab-kitab 5.Beriman kepada Hari Kemudian 6.Beriman kepada Takdir    Beriman kepada : 7.Ba’ats (hidup yang kedua sesudah mati) 8.Hasyr (berkumpul semua makhluk sesudah bangun dari kubur) 9.Tempat orang mukmin di syurga dan tempat orang kafir di neraka               [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=12&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">77 <span> </span>CABANG IMAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"> 1. Beriman kepada Allah </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">2. Beriman kepada para rasul</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">3. Beriman kepada malaikat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">4.Berimankepada kitab-kitab</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">5.Beriman kepada Hari Kemudian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">6.Beriman kepada Takdir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"><span>   </span>Beriman kepada :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">7.Ba’ats (hidup yang kedua sesudah mati)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">8.Hasyr (berkumpul semua makhluk sesudah bangun dari kubur)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">9.Tempat orang mukmin di syurga dan tempat orang kafir di neraka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;"><span>              </span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</span><span id="more-12"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">10.Mahabbah (cinta) kepada Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">11.Khauf (takut kepada Allah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">12.Roja (mempunyai harapan akan belas kasih dari Allah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">13.Tawakkal (menyerah kepada Allah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">14.Mahabbah (cinta) kepada junjungan<span>  </span>Nabi besar Muhammad Saw.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">15.Ta’dzim ( memuliakan) kepada junjungan Nabi besar Muhammad Saw.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">16.Yakin pada kebenaran Islam. Lebih baik masuk kedalam api dari pada menjadi kafir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">17.Menuntut ilmu pengetahuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">18.Mengajarkan Ilmunya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">19.Ta’dzim (memuliakan) Al Qurân</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">20.Bersuci</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">21.Mendirikan shalat lima waktu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">22.Membayar Zakat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">23.Puasa bulan Ramadhan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">24.I’tikaf (berhenti di dalam mesjid sementara waktu)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">25.Haji (Ziarah ke Baitullah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">26.Jihad fi sabilillah (membela agama Allah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">27.Waspada (murobathoh menjaga musuh)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">28.Waktu berperang, tetap dimuka musuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">29.Menyerahkan seperlima harta jarahan untuk imam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">30.Memerdekakan hamba (budak)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">31.Menjalankan kifarat ( tebusan) bagi yang berkewajiban</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">32.Menepati janji</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">33.Mengingat- ingat betapa banyaknya kemurahan dan kenikmatan Tuhan yang melimpah- limpah, dan bersyukur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">34.Menjaga mulut dari yang tak ada faedah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">35.Menjaga farji (kemaluan) jangan sampai mendatangi larangan agama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">36.Menyampaikan amanat (titipan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">37.Menjaga jangan sampai melukai atau membunuh orang lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">38.Menjaga tangannya dari pada mengambil yang bukan haknya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">39.Berhati- hati dari makanan dan minuman yang haram, pula harus menjauhi barang yang tidak halal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">40.Menjaga jangan sampai memakai pakaian atau perhiasan serta memakai tempat- tempat yang haram. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">41.Jangan sampai bermain-main yang tidak berguna sehingga melanggar larangan agama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">42.Harus hemat dan cermat atas harta bendanya, jangan sampai mubadzir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">43.Harus menjauhi rasa tak enak dalam hati serta dengki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">44.Menjaga keperwiraan (wira‘i) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">45.Ikhlas dan meninggalkan laku congkak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">46.Gembira di waktu menerima kebajikan, susah manakala menderita keburukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">47.Taubat dari segala dosa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">48.Menjalankan qurban (udhiyah, aqiqah, dam, nadzar)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">49.Ta’at kepada Ulul- Amri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">50.Percaya kepada perkara yang sudah dimufakati para alim ulama (ijma)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">51.Berlaku adil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">52.Amar ma’ruf nahi munkar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">53.Tolong menolong pada laku ibadah berdasar taqwa (takut kepada Allah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">54.Hayâ(malu)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">55.Ta’at kepada dua orang tua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">56.Silaturrahim (menyambung persaudaraan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">57.Budi perangai yang utama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">58.Berbuat baik terhadap budak belian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">59.Menepati hak-hak budak belian </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">60.Menepati hak-hak anak istri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">61.Bersaudara kepada semua orang Islam, memberi salam jika bertemu dan bersalaman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">62.Menjawab salam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">63.Menengok orang sakit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">64.Menyalatkan mayat orang Islam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">65.Mendoakan orang bersin, bilamana ia memuji (tahmid) Tuhan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">66.Menjauhkan diri berkawan atau bersahabat dengan orang kafir atau orang yang senang berbuat kerusakan dan supaya bersikap keras kepada mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">67.Memuliakan tetangga </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">68.Memuliakan tamu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">69.Menutup rahasia orang lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">70.Sabar dalam cobaan dan mengekang keinginan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">71.Zuhud (tidak menggantungkan<span>  </span>diri kepada<span>  </span>keduniaan) qoshrul- amal (menjauhi panjang angan- angan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">72.Ghirah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">73.Berpaling dari barang sesuatu yang sia- sia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">74.Bermurah hati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">75.Belas kasih kepada anak-anak dan memuliakan orang tua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">76.Merukunkan orang yang berselisih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-family:Calibri;">77.Cinta kasih kepada saudaranya, cinta kasih kepada dirinya sendiri, termasuk cinta kasih bila menyingkirkan barang berbahaya yang ada di jalan</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/makrifat.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/makrifat.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/makrifat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/makrifat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/makrifat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/makrifat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/makrifat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/makrifat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/makrifat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/makrifat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/makrifat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/makrifat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/makrifat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/makrifat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/makrifat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/makrifat.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=12&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://makrifat.wordpress.com/2007/07/19/77-cabang-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e238dcf14abf4a14931f2b839e0355b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parsimurgrrrrrrrh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalil-dalil Al-Quran Filsafat Politik Imam Khomeini</title>
		<link>http://makrifat.wordpress.com/2007/07/02/dalil-dalil-al-quran-filsafat-politik-imam-khomeini/</link>
		<comments>http://makrifat.wordpress.com/2007/07/02/dalil-dalil-al-quran-filsafat-politik-imam-khomeini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 23:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parsimurgh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://makrifat.wordpress.com/2007/07/02/dalil-dalil-al-quran-filsafat-politik-imam-khomeini/</guid>
		<description><![CDATA[Telah terbit: Pengantar Dalil-dalil Al-Quran Filsafat Politik Imam Khomeini Pusat Budaya dan Ma’arif al-Quran menerbitkan sebuah buku berjudul Pengantar Dalil-dalil Al-Quran Filsafat Politik Imam Khomeini. Tujuan asli penulisan buku ini adalah menjelaskan sisi politik dalam al-Quran. Penulis buku ini Najaf Lak Za’i berkeyakinan bahwa Imam Khomeini punya perhatian yang cukup besar terkait dengan al-Quran. Oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=11&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Telah terbit: Pengantar Dalil-dalil Al-Quran Filsafat Politik Imam Khomeini<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://makrifat.files.wordpress.com/2007/07/khomeini.jpg" title="khomeini.jpg"><img src="http://makrifat.files.wordpress.com/2007/07/khomeini.thumbnail.jpg?w=640" alt="khomeini.jpg" /></a><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Pusat Budaya dan Ma’arif al-Quran menerbitkan sebuah buku berjudul Pengantar Dalil-dalil Al-Quran Filsafat Politik Imam Khomeini.</span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Tujuan asli penulisan buku ini adalah menjelaskan sisi politik dalam al-Quran. Penulis buku ini Najaf Lak Za’i berkeyakinan bahwa Imam Khomeini punya perhatian yang cukup besar terkait dengan al-Quran. Oleh karenanya, dalam pikiran-pikiran politik dan politik praksisnya Imam Khomeini juga menyandarkannya pada al-Quran dan Hadis. Buku ini mencoba menyingkap sumber-sumber al-Quran yang menjadi pijakan Imam Khomeini dalam politik teoritis dan praktisnya.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Buku ini berusaha mengkaji pengertian-pengertian paling prinsip dari kajian-kajian filsafat politik dengan membandingkan pandangan-pandangan al-Quran dan ucapan-ucapan Imam Khomeini.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Ketika memberikan pengantar atas bukunya ini penulis mengeluarkan isi hatinya bagaimana jarang ada penulisan buku-buku politik dengan berlandaskan al-Quran. Ia menulis: Harus diakui bahwa para mufassir Islam tidak banyak yang meluangkan waktunya untuk menulis tafsir al-Quran dengan tema politik. Di kalangan mufassir al-Quran yang menulis tafsir al-Quran dengan tema politik sangat sedikit sekali.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Buku ini ditulis dalam 5 bab dengan perincian; Pengertian dan bingkai teori, Ontologi politik dalam pandangan al-Quran dan Imam Khomeini, Pengenalan manusia dari sisi politik<span>  </span>dalam pandangan al-Quran dan Imam Khomeini, Sistem politik Islam menurut al-Quran dan Imam Khomeini dan Tujuan dan Kekhususan sistem politik Islam menurut al-Quran dan Imam Khomeini.[infosyiah]</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/makrifat.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/makrifat.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/makrifat.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/makrifat.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/makrifat.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/makrifat.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/makrifat.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/makrifat.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/makrifat.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/makrifat.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/makrifat.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/makrifat.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/makrifat.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/makrifat.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/makrifat.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/makrifat.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=11&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://makrifat.wordpress.com/2007/07/02/dalil-dalil-al-quran-filsafat-politik-imam-khomeini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e238dcf14abf4a14931f2b839e0355b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parsimurgrrrrrrrh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://makrifat.files.wordpress.com/2007/07/khomeini.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">khomeini.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karya-karya Qurani Al-Marhum Ayatullah Fadhil Lankarani</title>
		<link>http://makrifat.wordpress.com/2007/06/27/karya-karya-qurani-al-marhum-ayatullah-fadhil-lankarani/</link>
		<comments>http://makrifat.wordpress.com/2007/06/27/karya-karya-qurani-al-marhum-ayatullah-fadhil-lankarani/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jun 2007 21:53:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parsimurgh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://makrifat.wordpress.com/2007/06/27/karya-karya-qurani-al-marhum-ayatullah-fadhil-lankarani/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=8&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="info"><em><br />
<!-- at 02:21am--></em>    		<!--<i>eraalquran</i>&#8211;></p>
<p class="snap_preview"><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><a href="http://eraalquran.files.wordpress.com/2007/06/15710618059702081371293135234166249169234163.jpg" title="15710618059702081371293135234166249169234163.jpg"><img src="http://eraalquran.files.wordpress.com/2007/06/15710618059702081371293135234166249169234163.thumbnail.jpg?w=640" alt="15710618059702081371293135234166249169234163.jpg" align="left" /></a>Al-Marhum Ayatullah Fadhil Lankarani, merupakan salah satu sosok qurani. Selain aktif berjuang melawan rezim pahlevi di waktu muda dan kesibukan belajar-megajar</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"> di masa tua</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">, beliau <span> </span>tidak ketinggalan </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">ikut </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">menorehkan tinta-tinta emasnya untuk mengagungkan <em>kalimatullah</em>. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Salah satu rutinitas Ayatullah Uzma Fadhil Lankarani semenjak masa muda beliau adalah menulis buku atau karya ilmiah dan men<em>taqrir</em> pelajaran guru-guru beliau dalam pelbagai tema, seperti tafsir dan ulumul Quran, fiqih, Ushul dan kajian politik. Kitab-kitab beliau yang <span> </span>telah dicetak <span> </span>melebihi puluhan jilid. Berikut ini beberapa karya ilmiah beliau tentang Quran dan tafsirnya.<span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"> </span></p>
<p><span id="more-8"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Madzkhal At-Tafsir </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">(Pengntar Tafsir Al-Quran)<em>. </em>Selain mengupas secara mendalam ayat-ayat ahkam, disela-sela kajian dan riset fiqhi dan ushul, beliau tak lupa selalu menganjurkan para santri beliau untuk merenungkan dan menyelami isi al-Quran. Kajian tafsiri tentang ayatu ahkam dan sebuah karya tentang ulumul Quran merupakan bukti terbaik hal ini. Kitab <em>Al-Madzkhal </em>ini dicetak pada tahun 1396 H.Q. Dan memuat kajian-kajian berikut ini: </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Hakikat Mukjizat, </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>b.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">I’jazul Quran, </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>c.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Macam-macam I’jaz, </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>d.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">sanggahan seputar I’jaz, </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>e.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Qiraat Quran dan Qurra’, </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>f.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Ushul tafsir, </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>g.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Keterjagaan Quran dari Tahrif </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>h.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">dan sanggahan seputar topik ini.</span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"> </span></em></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Ahlul Bait a.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">s. atau <em>Chehrehoye Derakhsyan dar Oye-ye Tathhir</em> (Muka-muka Bersinar Dalam Ayat Tathhir). Buku ini merupakan tafsiran dari ayat <em>Tathhir, </em>karya bareng al-Marhum Ayatullah <span> </span>Syihabuddin Asyraqi dan Al-Marhum Ayatullah Fadhil Lankarani yang dicetak tahun 1391 H.Q. Karya yang satu ini, mengupas lima poin:</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"> </span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span> </span>Ayat Tathhir tidak ada hubungan dengan ayat-ayat tentang istri-istri nabi.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Independensi ayat Tathhir.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Arti dari iradah Allah dalam ayat tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Arti kata <em>Ar-Rijs </em>menurut perspektif al-Qran.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></em><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Maksud dari <em>Ahlul bait </em>dalam ayat ini.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Kitab ini telh diterjemahkan ke bahasa Arab oleh Abbas An-Nakha’i.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">3. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"> </span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Aimmehe Athhar Pasdaran Wahy <span> </span></span></em><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">(Para Imam a.s. Penjaga Wahyu). Kitab ini juga hasil karya bareng dua Marhum di atas. Kitab ini, sejatinya sebuah kajian quranic-teologis yang tersusun dalam empat bagian. Bagian <em>pertama</em>, membahas Imamah dalam al-Quran. Bagian <em>kedua</em>, kriteria-kriteria seorang imam, bagian <em>ketiga</em>, Ilmu imam dan bagian terakhir ilmu imam Husain a.s. terhadap Peristiwa Karbala’.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">{Tim Era Al-Quran}</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';"> <span> </span><span><br />
</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/makrifat.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/makrifat.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/makrifat.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/makrifat.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/makrifat.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/makrifat.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/makrifat.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/makrifat.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/makrifat.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/makrifat.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/makrifat.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/makrifat.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/makrifat.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/makrifat.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/makrifat.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/makrifat.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=8&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://makrifat.wordpress.com/2007/06/27/karya-karya-qurani-al-marhum-ayatullah-fadhil-lankarani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e238dcf14abf4a14931f2b839e0355b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parsimurgrrrrrrrh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eraalquran.files.wordpress.com/2007/06/15710618059702081371293135234166249169234163.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">15710618059702081371293135234166249169234163.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pahami Qunut, Baru Bicara</title>
		<link>http://makrifat.wordpress.com/2007/06/24/pahami-qunut-baru-bicara/</link>
		<comments>http://makrifat.wordpress.com/2007/06/24/pahami-qunut-baru-bicara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 11:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parsimurgh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terbitan sendiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://makrifat.wordpress.com/2007/06/24/pahami-qunut-baru-bicara/</guid>
		<description><![CDATA[Tafsir Ayat Qunut KH. Muchtar Adam Makrifat Publisher, 150 hal, Rp. 15.000 Qunut lebih sering dipertentangkan daripada dipahami. Kenyataannya klaim-klaim tentang kunut atau tidak lebih disebabkan ketidak tahuan kita tentangnya. Buku ini menjelaskan qunut dengan tuntas. dibahas dengan metode ukhuwah, semangat yang dibangun dengan konsisten oleh penulis. metode ukhuwah ini lebih mengedepankan toleransi dan penghormatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=6&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://makrifat.files.wordpress.com/2007/06/cover-tafsir-ayat-kunut65.jpg" title="cover-tafsir-ayat-kunut65.jpg"><img src="http://makrifat.files.wordpress.com/2007/06/cover-tafsir-ayat-kunut65.thumbnail.jpg?w=94&#038;h=132" alt="cover-tafsir-ayat-kunut65.jpg" height="132" width="94" /></a></p>
<p><font color="#0000ff">Tafsir Ayat Qunut</font></p>
<p><font color="#0000ff">KH. Muchtar Adam</font></p>
<p><font color="#0000ff">Makrifat Publisher, 150 hal, Rp. 15.000 </font></p>
<p>Qunut lebih sering dipertentangkan daripada dipahami. Kenyataannya klaim-klaim tentang kunut atau tidak lebih disebabkan ketidak tahuan kita tentangnya.</p>
<p>Buku ini menjelaskan qunut dengan tuntas. dibahas dengan metode ukhuwah, semangat yang dibangun dengan konsisten oleh penulis. metode ukhuwah ini lebih mengedepankan toleransi dan penghormatan ditambah dengan peningkatan keilmuan. karena kebanyakan apa yang dipermasalahkan karena ketidak tahuan kita. qunut sebagai contoh jelasnya</p>
<p>sejak dari dulu pembahasan ini tidak pernah selesai dan cenderung parsial, cenderung mendiskreditkan golongan lain yang tidak sepaham. bahkan sering didengar, orang yang mengkafirkan orang yang qunut.</p>
<p>bukan hanya membahas dari sisi tafsir Al Qur’annya saja yang dibahas (karena justru sisi ini tidak pernah disentuh oleh para ulama) tapi juga dari sisi hadis dan pembahasan mengenai perbedaan pandangan para ulama madzhab tentang Qunut.</p>
<p>dengan membaca buku ini maka akan jelas kepada kita bahwa ternyata qunut adalah terminologi Al Qur’an. yang berbeda sebenarnya pada pemahaman dan praktek tentangnya. oleh karena itu keberadaan buku ini seakan menjadi jembatan bagi terjalinnya ukhuwah islamiah yang lebih hangat dan memikat.</p>
<p>buku ini ditulis oleh seorang ulama yang concern terhadap persatuan dan kesatuan ummat sehingga menggagas ide madzhab ukhuwah. anda boleh berbeda paham dengan saya tapi anda tidak bisa menyalahkan saya karena paham yang berbeda.<br />
Secara keseluruhan penulis mengungkap 19 makna qunut dan keseluruhan makna tersebut menggambarkan makna penghambaan sebenarnya.<br />
Oleh karena itu, pahami Qunut baru bicara.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/makrifat.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/makrifat.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/makrifat.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/makrifat.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/makrifat.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/makrifat.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/makrifat.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/makrifat.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/makrifat.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/makrifat.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/makrifat.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/makrifat.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/makrifat.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/makrifat.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/makrifat.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/makrifat.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=6&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://makrifat.wordpress.com/2007/06/24/pahami-qunut-baru-bicara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e238dcf14abf4a14931f2b839e0355b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parsimurgrrrrrrrh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://makrifat.files.wordpress.com/2007/06/cover-tafsir-ayat-kunut65.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cover-tafsir-ayat-kunut65.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuka 7 Pintu Surga, Menutup 7 Pintu Neraka</title>
		<link>http://makrifat.wordpress.com/2007/06/24/membuka-7-pintu-surga-menutup-7-pintu-neraka/</link>
		<comments>http://makrifat.wordpress.com/2007/06/24/membuka-7-pintu-surga-menutup-7-pintu-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 11:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parsimurgh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terbitan sendiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://makrifat.wordpress.com/2007/06/24/membuka-7-pintu-surga-menutup-7-pintu-neraka/</guid>
		<description><![CDATA[Judul : Membuka 7 Pintu Surga Menutup 7 Pintu Neraka  Pengarang : KH. Drs. Muchtar Adam Penerbit : Makrifat, hal 260, harga 35.000,- &#160; Allah Swt. berfirman ”Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya. Maka dia berada pada kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya. Tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=3&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><a href="http://makrifat.files.wordpress.com/2007/06/7-pintu-tmb.jpg" title="7-pintu-tmb.jpg"><img src="http://makrifat.files.wordpress.com/2007/06/7-pintu-tmb.thumbnail.jpg?w=640" alt="7-pintu-tmb.jpg" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><font color="#800080">Judul : Membuka 7 Pintu Surga Menutup 7 Pintu Neraka </font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><font color="#800080">Pengarang : KH. Drs. Muchtar Adam</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><font color="#800080">Penerbit : Makrifat, hal 260, harga 35.000,-<br />
</font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Allah S</span><span>wt. berfirman ”</span><em><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Dan adapun orang-orang yang berat</span></em><em><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';"> timbangan (kebaikan)nya. </span></em><em><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Maka dia berada pada kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang</span></em><em><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';"> ringan timbangan (kebaikan)-nya. Tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka H</span></em><em><span>â</span></em><em><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">wiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” </span></em><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">(Al Q</span><span>â</span><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">riah: 8-9) yang menceritakan muara dari kehidupan dan laku lampah selama di dunia. Ada dua kehidupan yang diceritakan dalam ayat ini, kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan sebagai hasil dari segala perbuatan baik manusia. Satu kehidupan lagi adalah kehidupan yang menyesakan dan sangat pedih, dan itu adalah hasil dari amal jelek manusia juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"> <span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Di Akhirat manusia akan ditempatkan sesuai dengan amalan selama di dunia. Rasulullah menyebutkan bahwa dunia adalah <em>”ladang untuk kehidupan akhirat”</em>. Di dunia kita menanam, di akhirat kita memetik hasilnya. Karena merupakan ”terminal terakhir” dan tidak mungkin kembali lagi, maka diperlukan persiapan yang sangat matang sebelum malaikat maut datang menjemput.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-family:'Dutch801 Rm Win95BT';">Buku ini disusun untuk mengenalkan ”terminal terakhir” itu lengkap dengan fragmen-fragmen mengenai dua kehidupan akhir itu. Tujuannya, agar kita termotivasi dalam mempersiapkan bekal yang terbaik menuju Allah swt. jangan sampai tergelincir ke neraka dengan kehidupan yang sangat pedih dan untuk waktu yang tidak terbatas. Mudah-mudahan kita dapat menunda kenikmatan duniawi ini untuk kenikmatan ukhrawi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">hal menarik lain dari buku ini adalah penjelasan tentang perwujudan dari amalan-amalan manusia yang akan nampak bukan hanya pada hari akhir, bahkan sebenarnya sudah nampak di dunia  ini. penjelasan seperti ini akan sangat menggugah dan akan membawa dampak positif bagi perkembangan akhlak seorang muslim.</p>
<p class="MsoNormal"><font color="#800080"><span>Sudah siapkah kita untuk membuka pintu-pintu surga?</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font color="#800080"><span>Sudah siapkah kita untuk menutup pintu neraka?</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font color="#800080"><span>Ada di manakah surga dan neraka itu?</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font color="#800080"><span>Tahukah anda apa saja pintu surga dan neraka itu?</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font color="#800080"><span>Jika belum tahu, anda layak membaca buku ini.</span></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/makrifat.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/makrifat.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/makrifat.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/makrifat.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/makrifat.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/makrifat.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/makrifat.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/makrifat.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/makrifat.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/makrifat.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/makrifat.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/makrifat.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/makrifat.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/makrifat.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/makrifat.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/makrifat.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=3&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://makrifat.wordpress.com/2007/06/24/membuka-7-pintu-surga-menutup-7-pintu-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e238dcf14abf4a14931f2b839e0355b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parsimurgrrrrrrrh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://makrifat.files.wordpress.com/2007/06/7-pintu-tmb.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">7-pintu-tmb.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://makrifat.wordpress.com/2007/06/24/hello-world/</link>
		<comments>http://makrifat.wordpress.com/2007/06/24/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 10:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parsimurgh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=1&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/makrifat.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/makrifat.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/makrifat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/makrifat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/makrifat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/makrifat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/makrifat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/makrifat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/makrifat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/makrifat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/makrifat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/makrifat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/makrifat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/makrifat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/makrifat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/makrifat.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=makrifat.wordpress.com&amp;blog=1279895&amp;post=1&amp;subd=makrifat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://makrifat.wordpress.com/2007/06/24/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e238dcf14abf4a14931f2b839e0355b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parsimurgrrrrrrrh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
